Dipublikasikan pada: 21 April 2026
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengevaluasi efektifitas program pembinaan terhadap remaja yang terjaring kasus kenakalan
Pemerintah Kota (Pemkot)
Surabaya mengevaluasi efektifitas program pembinaan
terhadap remaja yang terjaring kasus kenakalan
Ida Widayati Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan,
Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana
(DP3APPKB) Kota Surabaya menyebut, berdasarkar
data Satpol PP Kota Surabaya, total lebih dari 450 kasus
tahun lalu.
Kemudian tahun 2026 ini jumlah kasus kenakalan remaja
di bawah 100
"Alhamdulillah ada penurunan vang cukup signifikan
terutama seiak diberlakukannva kebiiakan iam malam
bagi anak-anak," katanya, Selasa (21/4/2026)
Menurutnya, penurunan ini berkaitan dengan efektivitas
program pembinaan remaja yang terjaring
Sebelumnya, anak yang terjaring hanya menjalani
konseling singkat di markas Satpol PP sebelum
dipulangkan.
Namun mulai pertengahan tahun lalu, mereka
ditempatkan di Rumah Aman untuk mendapatkan
pembinaan menveluruh
"Kami ubah polanya. Tidak hanya konseling singkat,
tetapi ada edukasi vang lebih mendalam. Anak-anak
kami berikan pemahaman tentang dampak kriminalitas,
bahaya narkoba bagi kesehatan, hingga penguatan
wawasan kebangsaan," ielasnya.
Program pembinaan itu berlangsung selama 7 hingga 14
hari. Anak mendapat pendampingan psikologis, sembari
sekolah daring.